Rating: G
Genre: Drama/Angst (tapi nongolnya juga entaran keknya)
Disclaimer: Akhirnya bisa juga nge-FF tanpa pake character Raiza lagi *dicaplok* Well, kali ini saya memakai Veronica Lee (or Lee Yeon Ni), character saya dari IndoDurmstrang—forum milik Rara. Trus Carenne Lorenzo punya saya juga, Dennis Melikov minjem punya temen saya ^^, Axel Lee (or Lee Seung Gi Woo) punya Jopih. Sori baru prolog doang ini, soalnya saya stuck banget, mana ini sebenernya diketik pake hape pas lagi di sekolah *curcol* =)) Btw, ini nyambung sama FF-nya Jopih yang 'Aku Ingin'. Mungkin judulnya juga bakal nyambung kalo judulnya pake Bahasa Indonesia =)) *ditendang*
"Aku..."
Seung Woo-
oppa, mungkinkah kau datang kesini dalam waktu sekejap mata? Aku kangen
oppa, aku kangen setiap perkataanmu yang terdengar menyebalkan itu, aku kangen helaan nafasmu setiap kali aku mencubit pipimu atau mengacak rambut atau apapun yang biasa kulakukan agar aku merasa lebih dekat denganmu. Oke, mungkin tidak sekarang—saat kau tengah sibuk mencari identitasku sementara aku disini tinggal melengkapi kalimat sekali seumur hidupku ini. Bola mataku mungkin memang terpusat pada bola mata dihadapanku—milik Dennis Melikov, orang yang kini akan kunikahi, namun tidakkah
oppa tahu kalau aku memikirkanmu dan membayangkanmu kini dihadapanku? Aku yang bergaun putih, sementara hatiku abu-abu karena kau,
oppa, tidakkah kau tahu?
"........" tanpa terasa bulir kristal bertajuk air mata itu kembali mengalir, memang tidak sampai melunturkan maskaraku, namun tetap saja membuat penampilanku berantakan seketika didepan Dennis. Aku enggan mengalihkan perhatianku dari mata hijaunya yang terang nan cemerlang, meskipun itu hanya membuat air mataku bisa mengalir lebih deras daripada sebelumnya. Sang pendeta heran melihatku, dan barangkali menganggap kalau aku terlalu canggung dan cengeng untuk sekedar mengatakan kalau aku bersedia menemani Dennis sehidup semati. Namun bukan itu yang kurasakan.
Aku mencintai Dennis, namun cintaku kepada kakakku sendiri sepertinya jauh lebih besar daripada itu. Dan iya,
oppa, aku juga sedang merasa takut. Akan hal yang sama, karena kita bukan saudara kembar.
"Veronica-noona? Kau kenapa?""A—aku..."
—————————————
Malam tahun baru, 31 Desember 2001. 23:57 waktu setempat. Eulwangi Beach, Incheon, Korea Selatan.
"Seung Woo-
oppa,"
"Hm?""Kucubit pipimu lagi ya! Hihihi..."
Meskipun umurku kini sudah menginjak kepala dua—sama seperti Axel, sifat manjaku masih saja melekat pada diriku. Kau tentu tahu tentang itu,
oppa, karena kau memang saudara kembarku yang paling kusayang. Permukaan telapak tanganku yang terlihat putih pucat seperti warna kulit Axel kini mulai menyentuh pipinya. Aku senang disaat-saat seperti ini aku bisa bersama Axel. Tidak seperti biasanya memang. Kini aku mulai terbiasa untuk tidur larut—apa mungkin karena efek saat mendekati ujian akhir sewaktu aku dan Axel bersekolah bersama di Durmstrang, belajar sampai larut dan tertidur hanya sebentar, dan mulai terbiasa sampai sekarang? Aku hanya bisa terkikik pelan, untuk kebiasaanku tidur larut dan usahaku untuk membuat Axel tersenyum.
Ngomong-ngomong, bagaimana caraku datang kesini bersama Axel sementara tempat tinggal kami masih di Rusia? Portkey! Benda sial itu lagi yang aku dapatkan dari seorang senior—anak Embro juga, namanya Carenne Lorenzo. Aku kaget saja mengetahui kalau dia keturunan anak mafia. Ah sudahlah, itu tak penting. Yang penting sekarang aku sudah ada di tanah kelahiranku untuk menyambut tahun baru! Ahaha... Tapi aku masih terbawa mual entah kenapa. Sudahlah...
"
Oppa,
oppa, kalau suatu hari kita berpisah bagaimana? Kau akan merindukanku tidak?"
"Mungkin."CTARR! CTARR!
Labels: Axel/Veronica, RPF: IndoDurmstrang